BERUSAHA DAN BERDO'A KUNCI SUKSES CITA - CITA SEMOGA KALIAN MENJADI PENERUS BANGSAPEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SMPN 21 TANGERANG LEBIH EFEKTIF DAN TERMOTIVASI WELCOME TO SMP NEGERI 21 TANGERANG
Tampilkan postingan dengan label Makna Perpisahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makna Perpisahan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

Lepas Sambut Kepala SMPN 21 Tangerang Tahun 2012

Tahun 2012 di SMP Negeri 21 Tangerang mengadakan kegiatan Lepas Sambut Kepala Sekolah Lama dan Kepala Sekolah Baru,  SMP Negeri 21 akan melepas  Ibu Dra. Widiyana Ramayanti dan menerima Bapak Suharma, S. Pd, acara diadakan dan dipersiapkan oleh para pegawai SMP Negeri 21 Tangerang dan Siswa – siswi OSIS SMP Negeri 21 Tangerang dalam Waktu kurang dari  24 Jam, Hari ini tanggal 4 Januari 2012 diadakan acara pelepasan (Lepas Kenal) yang bertempat di SMP Negeri 21 Tangerang. Acara akan  berlangsung secara sederhana, dan acara Lepas kenal juga akan diisi dengan berbagai pentas kesenian yang dilakukan oleh para siswa anggota ekstrakurikuler SMP Negeri 21Tangerang.

Selain pelepasan, acara ini merupakan penyambutan bagi kepala sekolah SMP Negeri  21 Tangerang  yang baru, Bapak Suharma, S. Pd sebagai pengganti Ibu Dra. Widiyana Ramayanti. Adapun hal yang cukup mengejutkan pada acara Lepas Kenal kali ini, menggunakan tradisi yang sudah ada selama ini di SMP Negeri 21 Tangerang, acara ini juga dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, RT, RW Lurah dan Camat Benda Bapak H. Maryono.

Akhir kata, selamat Jalan kepada Ibu,  semoga acara ini dapat dikenang oleh Ibu Dra. Widiyana Ramayanti yang selama 5 Tahun  membimbing, membina dan menata lingkungan sekolah dengan baik yang dapat kami berikan secara maksimal dan semoga acara penyambutan Bapak Suharma, S. Pd Kepala SMP Negeri 21 Tangerang yang baru akan membawa sekolah ini untuk lebih baik lagi dan terutama adanya Mushollah yang digunakan untuk meningkatkan Ibadah dan Taqorrub kepada Allah SWT dan juga untuk menjadikan Warga Sekolah menjadi warga yang berakhlakul karimah.
                                        

Senin, 02 Januari 2012

MEMAHAMI MAKNA PERPISAHAN ...........................

Perpisahan menimbulkan banyak makna dan tanda tanya. Meninggalnya seseorang terkadang menimbulkan tanya dari yang ditinggalkan, "Apa yang telah dia lakukan? Apa yang sebaiknya aku lakukan?"

Demikian juga berpisahnya seseorang dari keluarga, saudara, teman, sahabat, atau rekan kerja. Seringkali diikuti tangis yang menandakan kesedihan amat dalam karena harus meninggalkan atau harus ditinggalkan, sementara setelah acara perpisahan usai, sirna silaturahim. Tawa ejekan dan gunjingan yang tersisa. Atau kita kebingungan mencari kata-kata dan hadiah yang cocok untuk orang yang akan ditinggalkan atau yang akan meninggalkan.

Ada tiga hal positif yang bisa kita berikan ketika kita harus berpisah dengan keluarga, saudara, teman, sahabat, atau rekan kerja untuk suatu waktu tertentu. Tiga hal yang bisa melapangkan jalan kita selanjutnya, tanpa beban, dan memberi kenangan yang bermanfaat sepanjang masa.

Pertama, ucapkan syukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan berkumpul dan bekerja sama dengan orang-orang yang kita tinggalkan. Berikan ucapan terima kasih yang ikhlas kepada mereka atas kerja sama, nasehat, peringatan, koreksi atau apa saja. Karena apa yang kita terima dari mereka, apakah itu kebaikan atau keburukan, adalah ujian dari yang Maha Kuasa, bahkan mungkin peringatan yang diberikan Nya melalui orang-orang disekitar kita. Dengan demikian berarti kita memberikan penghargaan yang tak terhingga kepada mereka dan menimbulkan rasa bangga bagi yang menerama ucapan terima kasih, dan itu bisa menimbulkan semangat, motivasi, atau membesarkan hati.

Kedua, meminta maaf secara tulus kepada yang ditinggalkan. Karena setiap orang yang terlibat dalam pergaulan, disengaja atau tidak pasti ada kesalahan yang pernah dilakukan selama itu. Meminta maaf, adalah sebuah jalan untuk menetralkan dan mencairkan persoalan. Meskipun meminta maaf tidak harus menunggu saat kita akan berpisah, tetapi melakukan saat waktu-waktu seperti itu akan menimbulkan kesan yang mendalam, karena siapa tahu ada kesalahan yang tidak kita sadari telah terjadi, dan kita belum sempat minta maaf.

Ketiga, memberikan wasiat dan nasehat kebaikan. Budaya ketimuran kadang-kadang kita risi untuk memberikan nasehat yang baik, apalagi saat kita hendak meninggalkan suatu komunitas. Seringkali kita malah berbasa-basi bahwa semuanya telah "running well", sehingga tidak perlu lagi kita berpesan atau berwasiat. Padahal sudah kewajiban manusia sebagai makhluk yang memberi kebaikan kepada seluruh alam, untuk selalu berpesan kepada kebaikan. Jadi, sampaikanlah pesan yang baik kepada mereka yang akan kita tinggalkan dan biarkan pesan itu menjadi kenangan di hati yang selalu diingat dan tak terlupakan.

Jika kita mampu memberikan yang terbaik buat lingkungan kita, mengapa harus ragu dan takut membuat perbedaan.
Selamat Jalan Ibu.........
Semoga Ibu Lebih Sukses .........
Di tempat yang Baru ............
Do'a Kami Menyertai Ibu ........
Terima kasih Ibu atas bimbingan dan arahanmu selama ini
Semoga apa yang Ibu berikan dapat kami gunakan sebaik mungkin
Terima kasih kasih atas jerih payahmu selama ini ..........
Semoga Allah memberikan jalan terbaik ...........